Caption: Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir, tengah di wawancara awak media.
LENSADIALEKTIKA LEBAK – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir meminta pemerintah memastikan agenda reforma agraria tidak berhenti pada kebijakan, tetapi diwujudkan melalui penyelesaian konflik dan persoalan pertanahan yang dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan Don saat memberikan orasi kebangsaan dalam peringatan Hari Tani Nasional ke-66 di Alun-Alun Timur Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (24/9/2026).
Dalam orasinya, Don mengatakan momentum Hari Tani Nasional harus menjadi pengingat bahwa persoalan agraria masih menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Sudah 66 tahun lamanya, sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, masyarakat dan para petani terus menantikan terwujudnya reforma agraria,” kata Don.
Ia menyoroti konflik pertanahan, sengketa agraria dan ketimpangan penguasaan tanah yang menurutnya perlu ditangani secara nyata. Pemerintah juga didorong memperkuat kelembagaan yang menangani penyelesaian sengketa dan konflik agraria.
Selain reforma agraria, Don meminta masyarakat ikut mengawasi berbagai program pemerintah yang menyasar petani dan masyarakat pedesaan. Menurutnya, program seperti dukungan harga hasil pertanian, pupuk, alat mesin pertanian dan pembangunan irigasi harus dipastikan pelaksanaannya tepat sasaran.
Don juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program tersebut berpotensi menjadi pasar bagi hasil produksi petani lokal, seperti sayuran, buah-buahan, singkong, telur dan komoditas pangan lainnya.
Namun, ia menekankan pentingnya tata kelola dan pengawasan agar program tersebut tidak disalahgunakan.
“Jangan hanya berhenti pada kebijakan dan janji, tetapi harus kita lihat bagaimana implementasinya di lapangan,” ujarnya.
Don kemudian meminta jajaran TMI di Banten dan Lebak aktif turun ke desa, mendengar persoalan petani serta mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 tersebut diikuti sekitar 350 peserta dan turut dihadiri jajaran TMI pusat, Banten, Lebak, Jawa Barat, panitia kegiatan serta para anggota TMI. (Budi Purnama).

