HomeDaerahProgram Tagana Masuk Sekolah di Lebak Dipertanyakan, Anggaran dan Dampaknya Jadi Sorotan

Program Tagana Masuk Sekolah di Lebak Dipertanyakan, Anggaran dan Dampaknya Jadi Sorotan

Caption: Progres Pelaksanaan TMS di SMAN 1 Rangkasbitung yang digelar oleh Dinas Sosial Provinsi Banten. 

LENSADIALEKTIKA LEBAK – Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang digelar Dinas Sosial Provinsi Banten di Kabupaten Lebak menjadi sorotan. Bukan hanya soal materi edukasi, penentuan sekolah sasaran hingga pelibatan relawan lokal ikut dipertanyakan.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Iwan Hermawansyah, menilai program edukasi kebencanaan semestinya memprioritaskan sekolah di daerah dengan risiko bencana tinggi.

Ia menyoroti kawasan pesisir selatan yang berpotensi terdampak tsunami serta wilayah pegunungan yang rawan banjir bandang dan tanah longsor.

Menurut Iwan, relawan Tagana setempat seharusnya dilibatkan sejak tahap perencanaan agar pemilihan lokasi kegiatan sesuai dengan kondisi dan ancaman bencana di lapangan.

“Seharusnya kami dilibatkan sejak persiapan, perencanaan, hingga penentuan titik lokasi. Kami bisa melakukan survei untuk menentukan sekolah yang benar-benar berada di wilayah rawan bencana,” kata Iwan, Rabu (28/10/2026).

Ia mengapresiasi pelaksanaan TMS, tetapi mengingatkan bahwa edukasi kesiapsiagaan bencana harus menyentuh kelompok pelajar yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.

Di sisi lain, Dinas Sosial Provinsi Banten menyebut program tersebut tidak hanya berfokus pada kebencanaan, tetapi juga membangun kesadaran sosial di kalangan pelajar.

Penyuluh Sosial Ahli Bidang pada Bidang Perlindungan Sosial Dinsos Banten, David, mengatakan TMS diarahkan untuk membentuk duta siaga bencana dan duta harmoni sosial. Pelajar juga menerima materi mengenai bahaya narkoba dan judi online.

“Anak-anak diharapkan mampu mewaspadai dan mudah mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitarnya,” ujar David saat ditemui di SMAN 1 Rangkasbitung.

David menjelaskan, kegiatan TMS di Lebak merupakan pelaksanaan tahap kedua yang juga berlangsung di Kabupaten Pandeglang. Program di Lebak direncanakan menyasar empat sekolah selama dua hari. Perluasan ke wilayah lain, kata dia, bergantung pada ketersediaan anggaran.

Ia juga membantah adanya miskomunikasi dengan Tagana Lebak. Menurut David, relawan yang terlihat meninggalkan lokasi telah menyelesaikan tugasnya. (Budi Purnama).

Must Read