LENSADIALEKTIKA LEBAK – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK perlu menguasai teknologi serta kecerdasan buatan (AI) di tengah perkembangan pendidikan digital.
Hal itu disampaikan Adde saat kunjungan ke Kabupaten Lebak bersama Direktur PAUD di Hotel Green Kesya, Selasa (22/9/2026). Ia juga menyoroti pemanfaatan Personal Interactive Display (PID) atau smartboard yang telah disalurkan pemerintah ke sekolah.
Menurut Adde, sepanjang 2026 lebih dari 288 ribu unit PID telah dikirim ke berbagai sekolah. Namun, pemanfaatannya belum merata karena masih terdapat perangkat yang belum digunakan secara optimal.
“Guru harus menguasai AI, tetapi jangan sampai dibudakkan oleh AI. Guru tetap harus berpikir kritis, berinovasi dan berkreasi,” ujar Adde.
Ia menilai teknologi seharusnya menjadi alat bantu pembelajaran, terutama untuk memvisualisasikan materi yang sulit dijelaskan kepada anak usia dini. Guru juga diminta melakukan verifikasi informasi yang diperoleh melalui AI untuk mencegah misinformasi.
Dalam kesempatan itu, Adde turut menyinggung rencana pemerintah terkait tenaga pendidik honorer. Ia menyebut terdapat rencana pengangkatan guru PAUD honorer menjadi PPPK pada 2027 dengan sejumlah persyaratan, termasuk terdata di Dapodik dan memiliki sertifikasi.
Adde juga menyampaikan anggaran Kementerian Pendidikan untuk 2027 mendapat tambahan Rp23 triliun dari Badan Anggaran DPR RI, sehingga total anggaran disebut mencapai Rp89,1 triliun. (Budi Purnama).

