JAKARTA LENSADIALEKTIKA – Ribuan elemen masyarakat yang terdiri dari mahasiswa, petani, pedagang, nelayan, dan pelaku UMKM menggelar aksi damai di kawasan Monumen Nasional (Monas). Jakarta, Jumat (19/6/2026), untuk menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta arah kebijakan yang dinilai berfokus pada kemandirian dan kedaulatan nasional.
Dalam aksi tersebut, massa menegaskan bahwa dukungan yang mereka berikan bukanlah bentuk fanatisme, melainkan berdasarkan data, fakta, serta penilaian terhadap arah kebijakan pemerintah yang dianggap sejalan dengan kepentingan jangka panjang bangsa.
Mereka juga memaparkan delapan alasan utama dukungan terhadap pemerintah, mulai dari dorongan untuk menjadikan Indonesia berdiri di atas kaki sendiri melalui swasembada pangan dan energi, hingga penguatan hilirisasi sumber daya alam yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
Selain itu, massa menilai data ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif, sehingga tidak tepat jika digambarkan sebagai negara yang mengalami kegagalan ekonomi.
Mereka juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dengan solusi konkret, bukan narasi yang dinilai pesimistis.
Alasan lainnya mencakup pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa, penguatan swasembada energi untuk mengurangi ketergantungan impor, serta pembenahan tata niaga ekspor agar Indonesia memiliki daya tawar lebih kuat di pasar global.
Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) DPD Kabupaten Lebak Ellen Herdyansyah menyoroti program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan reforma agraria sebagai upaya memperkuat ekonomi dari tingkat desa.
Mereka menegaskan bahwa program tersebut harus dikawal agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Selain itu, mereka menilai pentingnya pengawasan terhadap kepentingan besar dan praktik rente dalam pengelolaan sumber daya alam, sehingga kebijakan pemerintah perlu terus didorong agar benar-benar berpihak kepada rakyat.
Aksi berlangsung tertib dengan membawa berbagai spanduk dan seruan dukungan terhadap kemandirian bangsa. Massa menegaskan bahwa perjuangan. (*)

