Caption: Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat YuniarÂ
LENSADIALEKTIKA LEBAK – Musim kemarau mulai berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Lebak. Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 314 hektare lahan padi mengalami kerusakan akibat kekeringan pada periode 16–31 Juli 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan Kecamatan Kalanganyar menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar. Dari luas tanam 427 hektare, sebanyak 227 hektare terdampak kekeringan sehingga dilakukan percepatan panen pada 43 hektare lahan untuk mengurangi potensi gagal panen.
“Berbagai intervensi terus dilakukan agar kerusakan tidak meluas dan hasil panen petani masih bisa diselamatkan,” ujar Rahmat, Senin (3/8/2026).
Selain Kalanganyar, kekeringan juga melanda Kecamatan Rangkasbitung seluas 49 hektare, Cipanas 3 hektare, dan Muncang 2 hektare. Sementara Kecamatan Cibeber, Warunggunung, Sajira, dan Curugbitung masuk kategori waspada karena berpotensi mengalami kerusakan lebih berat apabila pasokan air tidak segera tersedia.
Secara keseluruhan, dari 314 hektare lahan terdampak, tercatat 19 hektare mengalami rusak ringan, 128 hektare rusak sedang, dan 106 hektare rusak berat.
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terus melakukan distribusi pompa air, percepatan panen, serta monitoring lapangan. Petani juga diimbau berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk memperoleh bantuan teknis dan memanfaatkan sumber air alternatif selama musim kemarau. (Budi Purnama).

