HomeDaerah‎RSUD Adjidarmo Terus Benahi Kinerja BLUD dan Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

‎RSUD Adjidarmo Terus Benahi Kinerja BLUD dan Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

LENSADIALEKTIKA,LEBAK – Manajemen RSUD Adjidarmo Rangkasbitung terus melakukan berbagai upaya perbaikan layanan kesehatan, penguatan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta peningkatan kualitas sarana dan sumber daya manusia kesehatan.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Adjidarmo yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran BLUD memiliki karakteristik berbeda dengan perangkat daerah pada umumnya.

‎Menurutnya, rumah sakit menggunakan sistem Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), bukan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), karena sumber pembiayaan berasal dari pendapatan layanan kesehatan, baik dari klaim maupun non-klaim.

‎”Anggaran BLUD bergantung pada pendapatan yang diperoleh rumah sakit. Misalnya, suatu kegiatan dianggarkan Rp100 juta, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi pendapatan yang tersedia,” kata Eka setelah di mintai keterangan di gedung Multatuli pada Rabu (10/06/2026)

‎Ia menjelaskan, evaluasi keuangan dan pelayanan dilakukan secara rutin melalui mekanisme Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB). Evaluasi tersebut mencakup pendapatan rumah sakit, pembelian obat, pembayaran jasa pelayanan tenaga kesehatan, penyelesaian kewajiban, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana.

‎”Rumah sakit memiliki tanggung jawab yang kompleks karena harus mengelola 13 instalasi pelayanan. Karena itu, evaluasi dilakukan secara berkala agar pelayanan tetap berjalan optimal,” ujarnya.

‎Selain pengelolaan keuangan, RSUD Adjidarmo juga terus melakukan pembenahan pelayanan kepada masyarakat. Eka mengakui Instalasi Gawat Darurat (IGD) kerap mengalami kepadatan pasien karena rumah sakit pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan dan tidak dapat menolak pasien yang membutuhkan penanganan medis.

‎Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan pasien juga dipengaruhi oleh mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan dan masih adanya pasien yang datang langsung ke rumah sakit tanpa melalui sistem rujukan berjenjang dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

‎Untuk meningkatkan mutu pelayanan, pihak rumah sakit telah memasang sistem pengawasan melalui CCTV dan memperkuat sistem rekam medis sebagai bagian dari upaya pengendalian kualitas layanan.

‎”Kami terus mendorong perbaikan kualitas pelayanan. Masukan dari masyarakat maupun media menjadi bahan evaluasi yang sangat penting bagi manajemen rumah sakit,” katanya.

‎Eka menambahkan, RSUD Adjidarmo saat ini juga tengah mempersiapkan proses akreditasi rumah sakit yang akan berlangsung pada tahun mendatang. Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana hingga pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis.

‎Ia mengakui masih terdapat kekurangan tenaga spesialis pada beberapa bidang layanan, termasuk urologi dan ortopedi. Namun demikian, pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait untuk memperkuat layanan kesehatan di RSUD Adjidarmo.

‎Selain itu, manajemen rumah sakit memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan obat-obatan agar tidak terjadi kekosongan stok yang dapat mengganggu pelayanan kepada pasien.

‎”Ketersediaan obat harus terjamin. Jangan sampai ada obat yang kosong atau tidak tersedia. Itu menjadi salah satu prioritas utama yang harus dipastikan oleh manajemen rumah sakit,” tegas Eka.

‎Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media massa, dalam mengawal proses perbaikan pelayanan sehingga RSUD Adjidarmo dapat memberikan layanan kesehatan yang semakin baik, profesional, dan representatif bagi masyarakat Kabupaten Lebak. (Budi Purnama).

Must Read