HomeBisnisBupati Hasbi Resmikan Hotel Grand Keisha Rangkasbitung, Serap 70 Persen Tenaga Kerja...

Bupati Hasbi Resmikan Hotel Grand Keisha Rangkasbitung, Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal

LENSADIALEKTIKA LEBAK – Kehadiran Hotel Grand Keisha di Rangkasbitung diharapkan menjadi penggerak baru sektor investasi dan pariwisata di Kabupaten Lebak.

Hotel bintang empat pertama di daerah tersebut resmi dibuka melalui grand opening yang dihadiri Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, Kamis (28/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Hasbi mengapresiasi komitmen manajemen Hotel Grand Keisha yang merekrut mayoritas tenaga kerja dari masyarakat lokal Kabupaten Lebak.

“Sebanyak 70 persen pegawai Hotel Grand Keysa adalah warga Kabupaten Lebak. Ini sangat positif karena ada penyerapan tenaga kerja yang signifikan bagi masyarakat,” ujar Hasbi usai acara di Ballroom Ruhay Hotel Grand Keisha.

Menurutnya, keberadaan hotel representatif di Rangkasbitung menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membuka lapangan pekerjaan, sektor perhotelan juga dinilai mampu mendorong berkembangnya UMKM hingga sektor pariwisata.

Hasbi menegaskan Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif bagi para investor yang ingin menanamkan modal di daerah.

“Kami ingin memastikan investasi di Kabupaten Lebak berjalan nyaman. Tidak ada pungli dan tidak ada hambatan di luar aturan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap kehadiran Hotel Grand Keisha dapat memancing investor lain untuk masuk ke Kabupaten Lebak, terutama di sektor pariwisata dan hospitality industry yang memiliki potensi besar untuk berkembang.

Sementara itu, Owner sekaligus Direktur Hotel Grand Keisha Rangkasbitung, Andi Aslan Juned, mengatakan pembangunan hotel tersebut berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

Ia memilih Kabupaten Lebak sebagai lokasi investasi karena memiliki hubungan emosional dengan daerah tersebut.

“Lebak adalah kampung halaman keluarga kami. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung perkembangan daerah,” ujar Andi.

Menurutnya, selama ini banyak tamu pemerintahan maupun wisatawan yang datang ke Lebak tidak memiliki pilihan hotel representatif sehingga memilih langsung kembali ke daerah asal setelah urusan selesai.

“Kalau tamu bisa menginap lebih lama, otomatis akan ada perputaran ekonomi. Mereka bisa berbelanja, makan, hingga mengunjungi destinasi wisata di Lebak. Itu akan berdampak pada UMKM dan pariwisata daerah,” jelasnya.

Andi menambahkan nama “Keisha” diambil dari nama anak semata wayangnya yang memiliki cita-cita di bidang perhotelan sejak kecil.

Ke depan, pihaknya berharap dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengembangkan potensi wisata daerah yang dinilai sangat menjanjikan. (Budi Purnama)

Must Read