LENSADIALEKTIKA LEBAK – Semangat Hari Kartini di Kabupaten Lebak tak sekadar seremoni. Ketua Tim Penggerak PKK Lebak, Belia Hasbi Asyidiki Jayabaya, menjadikannya sebagai momentum untuk menggerakkan perempuan agar lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam deteksi dini kanker serviks dan payudara.
Dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang bersinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lebak, Belia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis, bukan hanya dalam keluarga, tetapi juga sebagai motor perubahan di tengah masyarakat.
“Kita tahu angka kanker serviks dan kanker payudara di Lebak masih cukup tinggi. Karena itu, tugas kita bersama adalah mendorong deteksi dini, salah satunya melalui pemeriksaan HPV DNA,” kata Belia, Selasa (21/4/2026).
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan 55 ribu perempuan mengikuti pemeriksaan HPV DNA. Target tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bersama bagi kader PKK dan DWP untuk terus menggencarkan sosialisasi hingga ke tingkat komunitas.
“Perempuan tidak hanya mendampingi suami, tetapi juga harus menjadi agen perubahan. Kita harus memastikan keluarga dan lingkungan kita sehat,” ujarnya.
Belia juga menekankan pentingnya kekuatan mental perempuan dalam keluarga. Ia mengingatkan para ibu agar tetap berpikir positif dan tidak mudah tertekan, karena kondisi psikologis sangat berpengaruh terhadap kesehatan.
“Perempuan yang kuat akan melahirkan generasi unggul. Dari keluarga sehat, masa depan bangsa ditentukan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Lebak, Reri, menilai peringatan Hari Kartini harus diwujudkan dalam aksi nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Melalui kegiatan bertema “Kartini Peduli Kesehatan dan Berdaya”, DWP Lebak bersama IDI menghadirkan layanan kesehatan seperti USG payudara gratis untuk peserta terbatas serta skrining kanker serviks melalui tes HPV DNA.
Ketua IDI Kabupaten Lebak, dr Irfan Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga diisi dengan seminar awam guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan kanker.
“Fokusnya adalah bagaimana kita bisa mencegah dan mendeteksi dini kanker payudara dan kanker serviks. Selain edukasi, kami juga menyediakan pemeriksaan gratis bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, peran ibu menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat dan kuat.
“Ibu adalah jantung kehidupan. Jika ibu sehat, maka keluarga hidup dan masyarakat akan kuat,” ujarnya.
Kolaborasi antara DWP, PKK, dan tenaga medis ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran perempuan di Lebak terhadap pentingnya deteksi dini kanker. Kartini masa kini, bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga penggerak lahirnya keluarga sehat dan generasi berkualitas. (*)

