HomeDaerahReforma Agraria Jadi Sorotan Hari Tani di Lebak, Tani Merdeka Dorong Pemberdayaan...

Reforma Agraria Jadi Sorotan Hari Tani di Lebak, Tani Merdeka Dorong Pemberdayaan Petani

LENSADIALEKTIKA, LEBAK – Pengesahan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Tani Nasional ke-66 yang digelar Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Lebak, Selasa (23/9/2026).

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan, regulasi tersebut menjadi momentum penting bagi sektor pertanian. Menurutnya, reforma agraria harus diikuti dengan pemberdayaan petani dan penyelesaian konflik agraria.

“Reforma agraria bukan hanya bagi-bagi tanah, tapi pemberdayaan petani juga yang sudah mendapatkan tanah penting sekali dilakukan,” kata Don.

Don juga mendorong hilirisasi komoditas pertanian untuk memperluas pasar hasil produksi petani. Di Lebak, Tani Merdeka Indonesia mengaku telah menyiapkan sekitar 40 hektare lahan untuk pengembangan tebu.

Selain tebu, komoditas singkong dan jagung dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri, termasuk tepung dan etanol.

Sementara itu, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi peluang ekonomi bagi petani lokal.

“MBG ini bisa membuka peluang ekonomi. Artinya, hasil-hasil bumi, hasil panen, ataupun hasil tani bisa disalurkan,” ujar Hasbi.

Hasbi berharap Badan Gizi Nasional dapat mengakomodasi hasil pertanian daerah untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

Ia juga meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program pemerintah, baik program pusat maupun daerah.

Di sektor pertanian, Hasbi menyoroti masih adanya petani yang belum tergabung dalam kelompok tani. Kondisi tersebut dinilai dapat membatasi akses terhadap subsidi dan bantuan pemerintah.

“Banyak petani yang tidak memiliki kelompok. Ruginya, kalau tidak memiliki kelompok, mereka tidak bisa mendapatkan manfaat subsidi dan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Hasbi mendorong adanya langkah konkret untuk mengorganisasi petani dengan pendekatan yang tepat. Menurutnya, penguatan kelompok tani perlu dibarengi dukungan infrastruktur, terutama akses jalan untuk distribusi hasil pertanian.

Ia berharap penguatan reforma agraria, hilirisasi dan pemberdayaan petani dapat meningkatkan peran Kabupaten Lebak sebagai daerah agraris dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Budi Purnama).

Must Read