LENSADIALEKTIKA SERANG – Tokoh masyarakat Banten, Kirtam Sanjaya, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu dugaan nikah siri yang menyeret nama AS dengan seorang perempuan berinisial IF.
Menurutnya, informasi yang beredar di ruang publik perlu disikapi secara bijaksana dan tidak langsung dianggap sebagai kebenaran sebelum ada kepastian.
Kirtam mengatakan, masyarakat sebaiknya mengedepankan sikap tabayun atau melakukan klarifikasi terhadap informasi yang beredar. Ia menilai hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam isu tersebut.
“Masyarakat harus tabayun dan mengedepankan prasangka baik. Informasi yang beredar juga belum disertai klarifikasi dari pihak terkait,” ujar Kirtam, Rabu (15/7/2026).
Ia juga mengingatkan agar semua pihak tidak mudah terpancing oleh isu yang belum terverifikasi. Menurutnya, isu semacam itu berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik dan dapat mengganggu situasi kondusif di Provinsi Banten.
Kirtam berpendapat, apabila peristiwa yang dimaksud memang pernah terjadi, hal tersebut perlu dilihat secara utuh, termasuk waktu terjadinya. Ia menyebut dugaan tersebut disebut terjadi sebelum AS menjabat pada posisi yang diembannya saat ini.
Selain itu, Kirtam mengaku heran mengapa isu tersebut kembali mencuat belakangan ini. Ia menilai persoalan yang bersifat pribadi semestinya dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak menjadi konsumsi publik apabila tidak berkaitan dengan kepentingan umum.
“Lebih baik AS fokus bekerja dan melayani masyarakat Banten. Anggap saja isu ini sebagai bagian dari dinamika kehidupan,” katanya.
Kirtam juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak yang sebelumnya melaporkan persoalan tersebut telah menarik kembali laporannya dan menyatakan isu yang beredar tidak benar.
“Kalau memang pelapor sudah menarik laporannya, maka tidak perlu lagi menimbulkan kegaduhan. Biarkan Pak AS fokus menjalankan tugas melayani masyarakat,” tutupnya. (Budi Purnama).

