LENSADIALEKTiKA LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak resmi meluncurkan platform layanan digital Sileuitkpulebak.id sebagai langkah mempercepat transformasi pelayanan publik di bidang kepemiluan.
Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan luasnya wilayah Kabupaten Lebak yang selama ini membuat masyarakat harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mengurus administrasi di kantor KPU.
Ketua KPU Kabupaten Lebak, Dewi Hartini, mengatakan kehadiran Sileuitkpulebak.id bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan untuk menghapus hambatan jarak, waktu, dan birokrasi agar seluruh masyarakat di 28 kecamatan dan 340 desa/kelurahan mendapatkan akses layanan yang sama.
“Selama ini warga dari wilayah selatan seperti Bayah, Cibeber hingga Sajira harus menghabiskan waktu sekitar empat hingga lima jam menuju kantor KPU di Rangkasbitung hanya untuk mengurus administrasi. Melalui Sileuit, layanan itu kini bisa diakses secara daring dari mana saja,” ujar Dewi saat peluncuran, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, nama Sileuit diambil dari filosofi lumbung padi masyarakat Baduy dan Lebak yang menjadi tempat menyimpan hasil panen secara aman sebelum dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama. Filosofi tersebut diterapkan sebagai simbol “lumbung informasi dan pelayanan” yang terintegrasi, aman, dan mudah diakses masyarakat.
Melalui platform tersebut, KPU Lebak menghadirkan tiga layanan utama. Pertama, layanan data pemilih dan informasi publik yang mencakup sinkronisasi data, perbaikan Data Pemilih Tetap (DPT), pendaftaran pemilih baru, hingga pengajuan informasi publik dan administrasi secara elektronik.
Kedua, layanan pengaduan masyarakat yang memungkinkan warga menyampaikan laporan terkait tahapan pemilu secara daring sehingga setiap aduan dapat terdokumentasi dan ditindaklanjuti lebih cepat.
Ketiga, layanan pendidikan pemilih dan magang yang memfasilitasi sekolah, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat untuk mengajukan kegiatan sosialisasi kepemiluan, peminjaman alat peraga simulasi, hingga program magang bagi pelajar dan mahasiswa.
Dewi menegaskan, digitalisasi layanan ini merupakan bagian dari upaya KPU Lebak membangun pelayanan yang lebih transparan, cepat, efisien, dan akuntabel sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat tanpa dibatasi kondisi geografis.
“Kami ingin pelayanan publik benar-benar hadir untuk masyarakat. Sistem ini akan terus kami kembangkan melalui kritik dan masukan agar semakin baik dan memberikan manfaat yang luas,” katanya.
Peluncuran Sileuitkpulebak.id turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas Komunikasi dan Informatika, akademisi, serta insan media. (Budi Purnama).

