LENSADIALEKTIKA LEBAK – Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kabupaten Lebak bakal dikemas berbeda. Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Lebak menyiapkan rangkaian kegiatan dengan membawa semangat reformasi sekaligus mengangkat isu ketahanan pangan dan kedaulatan petani.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Sekretariat DPD TMI Lebak, Jalan Tb Hasan, Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (19/8/2026).
Ketua DPD TMI Lebak, Ellen Herdyansyah, mengatakan momentum Hari Tani Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk kembali memperkuat perhatian terhadap persoalan dan masa depan kaum tani.
“Peringatan Hari Tani Nasional kali ini akan membawa semangat reformasi,” kata Ellen, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, Hari Tani Nasional memiliki pijakan hukum melalui UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dan Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963 tentang Hari Tani.
Selain itu, isu pertanian akan dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Tani Nasional DPD TMI Lebak, Agus Hiplunudin, menegaskan bahwa kegiatan tahun ini akan mengedepankan semangat reformasi dan perspektif otonomi daerah.
Tema yang diangkat yakni “Bersama Petani Kita Wujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Lebak.”
“Konsepnya membawa semangat reformasi dan bernuansa otonomi daerah,” ujar Agus.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 24-26 September 2026, di Alun-alun Rangkasbitung. Para petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Selain dialog publik, panitia menyiapkan stan bazar untuk menampilkan berbagai produk unggulan hasil pertanian petani Lebak. Sejumlah perlombaan dan hiburan juga akan menjadi bagian dari rangkaian acara.
Dialog publik direncanakan turut menghadirkan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.
Agus menyebut kehadiran kepala daerah dalam dialog tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan langsung antara pemerintah dan masyarakat petani.
“Ini sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya, mengingat mayoritas warga Lebak adalah para petani,” ujarnya.
DPD TMI Lebak berharap momentum Hari Tani Nasional tidak berhenti pada perayaan, tetapi dapat menjadi ruang untuk memperkuat posisi petani serta mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. (Budi Purnama).

