HomeBerita UtamaJPL 183 Rangkasbitung Bakal Ditutup, Warga Disiapkan Akses Alternatif

JPL 183 Rangkasbitung Bakal Ditutup, Warga Disiapkan Akses Alternatif

LENSADIALEKTIKA LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta mematangkan rencana penutupan perlintasan sebidang JPL 183 Km 79+888 di Jalan Ki Maklum–R.T. Hadiwinangun, Kecamatan Rangkasbitung.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mendukung penataan kawasan Stasiun dan Pasar Rangkasbitung.

Asisten Daerah II Lebak, Rahmat, mengatakan rencana penutupan JPL 183 juga berkaitan dengan rencana peningkatan kapasitas lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada 2027–2029.

“Langkah ini juga sesuai dengan Permenhub Nomor 36 Tahun 2011 tentang jarak minimum 800 meter antara JPL. Saat ini JPL 181, 183 dan 184 hanya berjarak kurang dari ketentuan tersebut,” kata Rahmat, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, Pemkab Lebak mendukung rencana tersebut. Namun sebelum penutupan dilakukan, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak.

“Sebagai bagian dari langkah penataan kawasan, sebelum dilakukan penutupan kita terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat, pedagang dan pengemudi angkutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono telah menyiapkan akses alternatif bagi masyarakat. Salah satunya melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jalan Hardiwinangun dengan Jalan Tirtayasa.

Ferdian Suryo Adhi Pramono mengatakan JPO tersebut dapat digunakan masyarakat secara gratis sebagai akses penyeberangan.

“Dengan adanya JPO tersebut, masyarakat dapat tetap melintas tanpa harus melewati area perlintasan sebidang yang tentunya memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi,” katanya.

Selain JPO, Stasiun Rangkasbitung juga telah memiliki sejumlah akses baru, seperti akses menuju terminal, akses utara-selatan dan area drop off.

Ferdian menambahkan, koordinasi lanjutan masih dilakukan untuk mematangkan persiapan sebelum penutupan JPL 183 direalisasikan.

“Penutupan JPL 183 ditargetkan dapat meningkatkan keselamatan dan membantu menata kawasan Stasiun-Pasar Rangkasbitung agar lebih rapi,” tandasnya.

Rencana penutupan ini sekaligus menjadi bagian dari penataan sistem transportasi di kawasan pusat Rangkasbitung, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi. (Budi Purnama).

Must Read