HomeDaerah377 Hektare Sawah di Cipanas Terancam, TMI Lebak Dorong Pemerintah Turun...

377 Hektare Sawah di Cipanas Terancam, TMI Lebak Dorong Pemerintah Turun Tangan

LENSADIALEKTIKA LEBAK – Kerusakan jaringan irigasi di kawasan Sungai Ciberang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, berdampak terhadap ratusan hektare lahan pertanian. Sekitar 377 hektare sawah disebut terancam gagal panen akibat jaringan irigasi yang tidak berfungsi optimal.

Ketua DPD TMI Lebak Ellen Herdyansyah mengatakan, sejumlah jaringan irigasi di kawasan Ciberang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Di antaranya Irigasi Buntut, Irigasi Banjar, dan Irigasi Ciheuleng.

“Kemarin kita sudah melakukan observasi langsung ke lapangan, menunjukkan bahwa persawahan kering terdampak dari jaringan irigasi di kawasan Ciberang yang tidak lagi berfungsi,” kata Ellen, Senin (10/8/2026).

Perwakilan Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Cipanas, Amas, mengatakan kerusakan irigasi tersebut telah berlangsung lama dan disebut bermula setelah banjir bandang pada awal 2000.

“Sebetulnya, kerusakan irigasi di Cipanas sudah sangat lama dipicu banjir bandang pada awal tahun 2000,” ujar Amas.

Menurut Amas, sedikitnya tujuh desa terdampak langsung akibat tidak berfungsinya jaringan irigasi Sungai Ciberang. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan air ke persawahan terganggu dan berpengaruh terhadap produktivitas pertanian.

TMI Dorong Perbaikan Irigasi

TMI Lebak mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan jaringan irigasi Ciberang. Ellen mengatakan persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi antara Pemkab Lebak, Pemprov Banten dan pemerintah pusat.

“Nanti akan kami komunikasikan baik itu ke pemerintah daerah (kabupaten dan provinsi) agar berkoordinasi dengan kementerian terkait dan sama-sama berjuang memfungsikan kembali irigasi yang telah rusak tersebut,” katanya.

Sekretaris DPD TMI Lebak Agung Purnama mengatakan perbaikan dapat dilakukan melalui rehabilitasi jaringan yang rusak maupun pembangunan jaringan baru jika diperlukan.

“Agar irigasi yang ada diperbaiki atau mungkin membuat irigasi baru tentu saja ini perlu kolaborasi antara Pemda Kabupaten, Provinsi dan Kementerian terkait,” ujarnya.

TMI menilai perbaikan irigasi Ciberang perlu segera dilakukan untuk mencegah semakin luasnya dampak terhadap lahan pertanian dan menjaga produktivitas petani di Kecamatan Cipanas. (*)

Must Read