LENSADIALEKTIKA LEBAK – Kabupaten Lebak memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas hortikultura, salah satunya buah manggis. Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mencatat terdapat 13 kecamatan yang menjadi sentra produksi manggis.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Juniar, mengatakan sentra manggis tersebut tersebar di Kecamatan Bayah, Cibeber, Lebakgedong, Muncang, Leuwidamar, Gunungkencana, Cipanas, Sajira, Curugbitung, Cirinten, Bojongmanik, Cijaku, dan Cigemblong.
“Daerah penghasil buah manggis di Kabupaten Lebak cukup luas. Keberadaan 13 kecamatan sebagai sentra ini menjadi bukti bahwa Lebak memiliki kekayaan sumber daya pertanian yang dapat terus diberdayakan,” ujar Rahmat, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, pengembangan manggis tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga kualitas hasil panen agar mampu bersaing di pasar domestik maupun pasar ekspor.
Dinas Pertanian juga mendorong penguatan akses pemasaran sehingga petani memperoleh nilai tambah dan harga jual yang lebih baik.
“Kita tidak hanya fokus pada jumlah produksi, tapi juga bagaimana petani bisa mendapatkan harga yang wajar dan stabil,” katanya.
Pengembangan komoditas manggis tersebut dilakukan melalui pendampingan kepada petani, termasuk peningkatan teknik budidaya, pemupukan, pengendalian hama, hingga penanganan pascapanen.
Pemkab Lebak berharap optimalisasi sentra manggis dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (Budi Purnama).

