HomeDaerah‎Bupati Hasbi Sebut Bahasa Sunda Perekat Budaya Masyarakat

‎Bupati Hasbi Sebut Bahasa Sunda Perekat Budaya Masyarakat

LENSADIALEKTIKA LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pendidikan. Program revitalisasi bahasa Sunda sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah negeri kini mendapat apresiasi nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

‎Penghargaan tersebut diterima Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen daerah dalam menjaga bahasa ibu di tengah perkembangan zaman digital.

‎Hasbi menegaskan, bahasa daerah memiliki nilai penting sebagai identitas budaya masyarakat Sunda yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

‎“Bahasa daerah adalah bonus budaya yang harus dilestarikan,” ujar Hasbi saat menanggapi penerapan bahasa Sunda sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Lebak, Selasa (26/5/2026).

‎Menurutnya, pengalaman berinteraksi menggunakan bahasa Sunda dengan sesama orang Sunda di luar daerah maupun luar negeri membuktikan bahwa bahasa daerah mampu mempererat hubungan sosial dan mencairkan suasana.

‎“Ketika bertemu sesama orang Sunda lalu ngobrol bahasa Sunda itu langsung mencairkan suasana,” katanya.

‎Hasbi juga mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, yang dinilai berhasil mendorong penguatan bahasa Sunda melalui dunia pendidikan.

‎Ia menilai langkah menghadirkan kembali bahasa Sunda sebagai muatan lokal merupakan bentuk nyata pelestarian budaya daerah agar tidak tergerus arus modernisasi.

‎Sementara itu, Dodi Irawan membenarkan capaian penghargaan nasional tersebut. Menurutnya, penghargaan dari pemerintah pusat menjadi bukti bahwa upaya pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Lebak mendapat perhatian serius.

‎“Alhamdulillah, ini bukan sekadar penghargaan, tapi bentuk penjagaan martabat agar tunas bahasa ibu sebagai warisan peradaban secara kolektif masih kita muliakan,” ujar Dodi.

‎Ia menjelaskan, selama ini Pemkab Lebak terus menjalankan berbagai program revitalisasi bahasa daerah, mulai dari penguatan pembelajaran muatan lokal, festival mendongeng bahasa daerah, lomba pidato bahasa Sunda, hingga pembiasaan penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah.

‎Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga identitas budaya lokal di tengah kuatnya pengaruh budaya digital di kalangan generasi muda.

‎“Bahasa daerah adalah warisan budaya yang harus dijaga bersama. Karena di dalamnya terdapat nilai, identitas, dan karakter masyarakat,” katanya.

‎Dodi berharap penghargaan nasional itu dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mencintai dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

‎Selain menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Lebak, penghargaan tersebut juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal tetap relevan dan mampu berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi. (*).

Must Read