HomeLebak‎Satu Bayi Kembar Meninggal Dunia Saat dibawa ke RS, Begini Penjelasan PLT...

‎Satu Bayi Kembar Meninggal Dunia Saat dibawa ke RS, Begini Penjelasan PLT Kadinkes Lebak

Lensadialektika Lebak – Unggahan video berdurasi 0,54 detik milik akun facebook Atip Sihabudin, di Puskesmas Mekarsari Kecamatan Rangkasbitung, sempat viral di media sosial.

‎Berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa video yang diunggah pada Sabtu 28 September 2025 ini, lantaran. Narasi yang disampaikannya, merupakan ungkapan kekecewaan terhadap pelayanan di puskesmas tersebut.

‎“Dari pukul 16.00 hingga petang 18.00 wib (Maghrib), bayi kembar yang ditangani petugas Puskesmas Mekarsari, tak kunjung dibawa ke rumah sakit. Padahal, kondisi bayi ini tengah darurat,” kata Atip di dalam videonya.

‎Atip menjelaskan bahwa kondisi pasien pada saat itu dalam keadaan kritis. Sehingga, keluar pasien terpaksa membawa kedua bayi kembar tersebut, menggunakan kendaraan pribadi saat menuju ke rumah sakit.

‎”Mirisnya, salah satu bayi kembar seusai tiba di RSUD Adjidarmo. Kondisinya, sudah tidak bernyawa. Dari kejadian tersebut, keluarga pasien hingga saat ini masih merasakan kekecewaan yang mendalam terhadap beberapa petugas Puskesmas Mekarsari yang menangani anak-anaknya,” ungkapnya.

‎Ia berharap Bupati Lebak Bapak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, melakukan inspeksi dadakan atau sidak ke Puskesmas Mekarsari.

‎Usai salah satu bayi kembar meninggal dunia setibanya di Rumah Sakit Adjidarmo tambah Atip, bayi kembar yang satunya kemudian dirawat di kediamannya. Yakni, di Kampung Kadungampar desa Mekarsari Kecamatan Rangkasbitung.

‎Sementara PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Endang Komarudin menyampaikan bahwa pada Sabtu pukul

‎10.15 wib,  pasien datang ke IGD dan diantar oleh keluarga pasien dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

‎”Kondisi bayi saat tiba di Puskesmas Mekarsari sudah dalam kondisi pucat dan kuning. Tapi, tidak ada tanda-tanda sianosis,” kata Endang saat dihubungi melalui sambungan seluler. Minggu (28/9/2025).

‎Endang menjelaskan, setelah di cek  saturasi. Hasil saturasinya, tercatat di angka 62 persen. Pada saat itu dokter yang menangani, menyarankan agar pasien tersebut. Diminta segera dibawa ke IGD RS, supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut.

‎”Sudah disarankan oleh dokter untuk dibawa ke RS. Karena, jika menunggu prosedur rujukan online, tentu akan memakan waktu lama,” ungkapnya.

‎Terlebih, kata Endang kondisi pasien saat itu semakin buruk, dan kebetulan bidan yang sedang piket sedang menangani pasien lainnya (menolong pasien melahirkan). Sehingga untuk meminimalisir waktu menganjurkan pasien agar segera dibawa ke IGD RS.

‎”Pada pukul 14.30 wib. Ayah pasien berserta kerabatnya datang kembali ke puskesmas dan menjelaskan bahwa anaknya, sudah ditangani dan di rawat di Rsud Adjidarmo,” ujarnya.

‎Menurut Endang, beberapa petugas dan dokter di Puskesmas Mekarsari saat itu, sudah melayani pasien sesuai SOP. (cupek).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read