LENSADIALEKTIKA LEBAK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lebak resmi dilantik di Aula Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, Minggu (1/2/2026). Organisasi ini diminta langsung bekerja di lapangan dan mengawal program pertanian pemerintah hingga tingkat akar rumput.
Ketua Umum DPD Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal tanggung jawab untuk membela kepentingan petani.
“Setelah dilantik harus bekerja ekstra. Jangan bubar setelah seremoni. Tugas Tani Merdeka adalah menguatkan petani dan mengawasi program pemerintah di bawah,” tegas Don.
Menurut Don, struktur TMI di Kabupaten Lebak telah terbentuk hingga tingkat kecamatan. Seluruh koordinator kecamatan hadir dalam pelantikan, menandakan kesiapan organisasi untuk mendampingi kelompok tani secara langsung.
Salah satu fokus utama pengawasan adalah distribusi pupuk bersubsidi. Don meminta seluruh kader TMI melaporkan kios pupuk yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Praktik penjualan pupuk di atas HET merugikan petani dan harus dilaporkan,” ujarnya.
Selain pengawasan, TMI juga menjalankan program pendampingan petani melalui pelatihan pertanian, pembuatan pupuk organik, serta pengendalian hama tanaman.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, menyatakan fokus organisasi saat ini adalah memastikan petani dapat bertani tanpa terbebani persoalan alat, modal, dan pemasaran.
DPD TMI Lebak juga mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebanyak 12 unit pada tahun 2026 serta mendorong penyerapan hasil pertanian, seperti pakcoy dan selada, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Juniar, menyambut baik pelantikan DPD TMI Lebak dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi dengan organisasi petani dalam penguatan sektor pertanian.

