Caption : Petugas Damkar Lebak Tengah Memadamkan Pabrik Karet PT Cipanyusuhan, Cimarga
JUARAMEDIA, LEBAK – Kebakaran hebat melanda area pengeringan atau pengasapan karet milik PT Cipanyusuhan di Kampung Pasir Pari, Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Selasa (2/12/2025). Api yang muncul sekitar pukul 11.05 WIB itu langsung membesar dan menghanguskan bangunan produksi, memunculkan dugaan adanya celah keamanan dalam proses pengasapan karet manual yang digunakan perusahaan.
Karyawan perkebunan, Asri Komara (54), menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut. Saat tengah berada di sebuah warung kopi, ia melihat kepulan asap tebal menjulang dari arah lokasi pengeringan karet.
“Asap terlihat membumbung, saya langsung lari mengecek lokasi. Ternyata api sudah besar,” ungkap Asri kepada petugas.
Diduga Bermula dari Pengasapan Karet Manual
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran diduga dipicu oleh proses pengeringan/pengasapan karet secara manual dengan kayu bakar. Panas berlebih membuat sebagian karet diduga meleleh, memicu percikan api yang cepat merambat dan membesar.
Saksi lain, Fernando S Sitorus (35), juga sempat melihat kobaran api yang merayap cepat ke seluruh bagian bangunan produksi.
Damkar Kerahkan Dua Unit, Api Padam Setelah 1,5 Jam
Api baru dapat dijinakkan sekitar pukul 12.50 WIB, setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Lebak tiba dan melakukan penanganan intensif bersama Polsek Cimarga, Koramil Cimarga, karyawan, serta masyarakat.
Tim Damkar yang turun ke lokasi terdiri dari:
Saepudin (Kasi Penanggulangan), Ahmad Rifa’i (Danton), Didi Supriadi, Pachril Adam, Rulli Setiawan, Subandi, Randi Yosa Lutfi, Ujang Mudrik, dan Rendi Fauji.
Adapun personel Polsek Cimarga yang membantu penanganan di lokasi ialah:
Aiptu Wasono, Aipda Heryanto, Aipda Semin, Aipda Sandi Dede, dan Bripka A. Fauzi.
Sementara unsur TNI dari Koramil Cimarga yang hadir yakni:
Peltu Hanhan dan Serka Dadang S.
Kerugian Capai Rp150 Juta, Evaluasi Keamanan Mulai Digeser
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta, meliputi bangunan pengasapan dan material karet yang sedang diproses.(budi)

